Ada yang Daftar Kuliah S2 Gunakan Ijazah Palsu, Sikap Dr. Syukri Iska, Direktur Pascasarjana IAIN Batusangkar, Dipertanyakan

INDONESIASATU.CO.ID:

TANAH DATAR - Heboh kasus dugaan  ijazah palsu "Teng-Teng" (bukan nama sebenarnya), seorang oknum wartawan di Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat memasuki babak baru, pasalnya setelah pihak kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar menutup-nutupi, akhirnya terkuak bahwa ijazah S1 yang dikeluarkan Universitas Bung Hatta (UBH) yang digunakan Teng-Teng untuk mendaftar kuliah S2 di Pasca Sarjana IAIN Batusangkar diduga palsu.

Adalah Joni Hermanto sang Whistle Blower yang mengungkap ketidakkooperatifan IAIN Batusangkar memberikan informasi terkait dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilakukan Teng-Teng, Wakil Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Tanah Datar itu mengungkapkan, dengan dalih menunggu proses hukum, Direktur Pasca Sarjana IAIN Batusangkar Dr. Syukri Iska, M.Ag tidak kooperatif memberi informasi bahkan terkesan menutup-nutupi saat ditanya dugaan ijazah palsu yang digunakan Teng-Teng.

“Saya menanyakan hal itu pada tanggal 10 Januari 2018 lalu ke Pak Syukri, mungkin karena malu pihaknya sudah kecolongan menerima pendaftaran mahasiswa yang diduga menggunakan ijazah palsu, sehingga dirinya enggan menjawab saat saya tanya apakah pihaknya sudah menerima surat klarifikasi dari UBH mengenai keaslian ijazah S1 Teng-Teng”, kata Joni kepada Media ini, minggu (14 Januari 2018) melalui sambungan telepon.

Joni menambahkan, karena tidak berhasil mendapat informasi yang diharapkan dari IAIN Batusangkar, akhirnya Joni melakukan investigasi hingga ke UBH Padang, setelah 2 hari melakukan investigasi akhirnya Joni mendapatkan fakta berupa foto surat klarifikasi yang dikeluarkan oleh UBH Padang yang ditujukan ke Direktur Pasca Sarjana IAIN Batusangkar pada tanggal 6 Desember 2017 yang isinya menyatakan bahwa pihak UBH Padang tidak pernah mengeluarkan ijazah yang digunakan Teng-Teng (palsu).

“Hasil temuan saya itu membuktikan bahwa IAIN Batusangkar memang sengaja menutup-nutupi fakta yang sebenarnya, ada apa sebenarnya?”, lanjut Joni.

Terkait proses hukum yang sedang berjalan, Joni bertekat akan menggiring kasus ini hingga tuntas, bahkan Joni akan berkoordinasi dengan pihak Polda Sumatera Barat jika pihak penyidik Polres Tanah Datar yang menanganai perkara ini lamban menindak lanjutinya.

“Yang saya dengar yang bersangkutan dikenal kebal hukum, ada beberapa kasunya yang ditangani pihak Polres seperti judi togel, minyak tanah ilegal dll mengendap begitu saja sampai saat ini. Untuk kasus ini saya tidak perduli siapapun yang ada dibelakangnya, mau pejabat, polisi atau siapapun, jika terbukti menghambat dan menghalang-halangi proses penyelidikan dan penyidikan saya akan perkarakan”, tambah Joni.

Joni bahkan menghimbau, bagi siapapun masyarakat yang merasa dirugikan dalam perkara ini berhak menuntut pelaku dihukum seberat-beratnya. “Saya adalah korban, bayangkan tiap minggu saya harus bolak balik ke Padang pergi kuliah 4 tahun lamanya (itupun belum tentu selesai), mengikuti sistem kredit semester, mengumpulkan tugas-tugas, bertemu dosen dan lainnya, harus kalah dengan dia (jika terbukti) yang bergelar SH tetapi hanya cukup dengan membeli gelar/ijazah tersebut”, tutupnya. (Tim)

Berita Terbaru

Index Berita