Pembangunan MCK di Dusun Jambu Air, Jorong Ombilin Nagari Simawang Tanah Datar Tidak Tepat Sasaran

INDONESIASATU.CO.ID:

TANAH DATAR - Pembangunan MCK (Mandi Cuci Kakus) yang ada di Dusun Jambu Air, Jorong Ombilin Nagari Simawang kecamatan Rambatan Kab.Tanah Datar diduga tidak tepat sasaran alias tidak bermanfaat. Pembangunan MCK yang menggunakan DAK (Dana Alokasi Khusus) anggota dewan ini diduga banyak menyalahi prosedur. Mulai dari tidak ada manfaatnya serta dugaan kecurangan anggaran penggunaan untuk membangun MCK ini. Bangunan dengan pagu dana Rp 28 juta di perkirakan oleh tenaga ahli atau tukang bangunan diduga hanya menghabiskan dana sekitar kurang lebih Rp 17 jutaan saja. Yang lebih disayangkan lagi, dibangun tidak ada manfaatnya.

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Jorong Ombilin, Bujang Lawang kepada media ini, bangunan MCK ini dibangun hanya suatu kesia siaan saja." Ini yang dipakai uang negara, sementara yang dibangun tidak ada manfaatnya. Alangkah lebih bagus, kalau mesin pompa air yg diutamakan.Baru bangunannya. Sekarang bangunan sudah siap, sementara air tidak ada. Karena pompa air tidak ada. Lalu, apa gunanya MCK ini dibangun? Jelas ini merupakan kerugian negara. Kami berharap apabila ada pembangunan infrastruktur tolong harus tepat sasaran. Jangan seperti ini." Ujar Bujang Lawang dikediamannya, 2/4.

Sementara itu, ketika hal ini di konfirmasikan kepada TPK Nagari, Amiruddin membantah hal tersebut." Kami membangun sudah sesuai prosedur dan permintaan masyarakat. Kalau masyarakat meminta MCK, tentu kita pertimbangkan.Sekarang keinginan masyarakat sudah terwujud. Yang jelas, kita sudah koordinasi dengan masyarakat dan nagari untuk membangun MCK Mata Air di Jorong Ombilin." Kata Amiruddin.

Hal yang berbeda di sampaikan oleh salah seorang tenaga ahli atau tukang bangunan yang enggan disebutkan namanya." Selain tidak bermanfaat, dengan pagu dana kurang lebih Rp 28 Juta, seharusnya MCK ini terlihat lebih bagus dari yang ini. Kalau perkiraan saya, paling banyak bangunan ini menghabiskan dana sekitar kurang lebih Rp 17 jutaan. Itupun sudah keramik.Boleh kita hitung, berapa bahan yang habis, toh diduga waktu membangun MCK ini, pondasi lama tidak dibongkar. Tetap memakai yg lama, termasuk batu yg digunakan." Ucap tukang tersebut.

Dugaan ini mencuat ketika Masyarakat melihat adanya kejanggalan ketika pembangunan ini berjalan. Tidak menggunakan gambar dan RAB, artinya dari awal sudah tidak sesuai dengan spek. Dan masyarakat meminta agar hal ini diusut tuntas.

"Pembangunan MCK ini padahal permintaan masyarakat Dusun Jambu Air itu sendiri. Dan dibangun pun sudah melalui prosedur dan standar yang ada." Pungkas Kepala Jorong Ombilin, Hamdanil St.Mudo ....(Dwi)

Berita Terbaru

Index Berita